Lima Langkah Menjadi Pemimpin Bisnis International

Kalaupun komunikasi virtual dapat dilakukan secara efektif, pemimpin digital masih harus berusaha keras mengarahkan dan membimbing orang-orang dari jarak jauh. Hal ini yang menciptakan tantangan besar bagi pemimpin untuk menciptakan budaya virtual kolaboratif. Yaitu budaya yang membantunya didengar oleh semua pengikut sehingga mereka dapat berkoordinasi dengan dia untuk mencapai tujuan bersama. Membangun iklim sosial melalui TIK sehingga para pengikutnya berkoordinasi satu sama lain dan bekerja dengan cara yang lebih bertanggung jawab secara sosial dengan mengingat yang lain. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani sebagai prasyarat dalam lamaran pekerjaan cenderung mengesampingkan kualifikasi-kualifikasi lain, seperti tingkat pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kerja yang sebenarnya dimiliki. Kondisi ini membuat penyandang disabilitas kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan dan menunjukkan kemampuan mereka.

Menjadi seorang pengusaha berarti menjadi pimpinan untuk usahanya sendiri. Selama memimpin bidang usaha tersebut, tentu akan ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Sederhananya tentang bagaimana memanajemen usaha, mengorganisasikan suatu pekerjaan dan pekerja, dan menyelesaikan permasalahan selama menjalani bisnis. Bekal yang telah kita peroleh dari menjadi pemimpin dalam bisnis kita sendiri, dapat membawa kita ke jalan yang lebih besar.

Memimpin suatu usaha baru

Sama halnya dengan perusahaan perseorangan, dalam persekutuan perdata juga tidak terdapat pemisahan antara aset pribadi masing-masing sekutu dengan aset persekutuan perdata. planning, organizing, actuating, controlling), supervisor harus mampu menjalankan sistem manajemen tersebut. Sistem manajemen akan menolong supervisor dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Dengan sistem manajemen yang dipakai seperti sistem manajemen level di atasnya, maka koordinasinya akan menjadi efektif dan efisien.

Tugas, tanggung jawab, serta kewajiban Direksi dan Dewan Komisaris dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas juga telah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007. Implementasi strategi membutuhkan gabungan dari semua aspek yang telah dijelaskan di atas, termasuk aspek teknologi. Selain memiliki sistem permodalan dan pendanaan yang kuat, sebuah organisasi atau perusahaan juga wajib memiliki sistem peraturan yang dapat mendukung segala jenis implementasi strategi secara maksimal. Untuk membentuk susunan SDM yang cakap dan kompeten, perusahaan harus memulai sejak awal berdirinya.

Apapun jenis kepemimpinan yang diterapkan dalam bisnis, pemimpin yang efektif memiliki sifat-sifat yang dapat berkontribusi terhadap berkembangnya suatu bisnis. Pertama, seorang pemimpin yang efektif harus terus berinovasi dalam membangun suatu nilai dan penerapan dalam bisnis, tidak terus berpaku pada cara-cara yang konvensional. Kedua, seorang pemimpin yang efektif harus menginspirasi dan memotivasi semua orang dalam perusahaan untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Ketiga, seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan yang baik bagi para pekerjanya. Hal ini memotivasi para karyawan untuk ingin terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.

Dalam proses diskusi, Anda akan memberikan dampak positif dan negatif dari setiap keputusan yang diambil. Jadi meskipun Anda menyerahkan keputusan sepenuhnya ke dalam tangan kelompok, Anda tidak membiarkan mereka mengambil keputusan tanpa arah. Namun, sama seperti pemimpin democratic, gaya laissez-faire tidak cocok digunakan pada saat kritis karena akan menghambat pengambilan keputusan. Kemampuan memimpin atau management sangat penting bagi para entrepreneur dalam menjalankan usahanya. Seringkali kita temukan usaha milik seseorang yang justru dijalankan oleh orang lain karena dianggap lebih tegas dan lebih mampu. Oleh karena itu, untuk dapat menjalankan bisnis Anda sendiri, Anda perlu mempelajari gaya-gaya ini.

Eits, tak hanya itu, menurut riset dari NUS Entrepreneurship Center, wanita Indonesia juga dinilai lebih berani dalam membuka usaha baru dibandingkan para pria. Kemauan untuk mengambil risiko menempatkan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Seorang yang berani mengambil risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dengan cara yang baik. Bila tidak suka melayani, Anda tidak akan pernah sukses sebagai seorang pemimpin.

Untuk itu, dalam membangun tim yang produktif, dibutuhkan manajer yang dapat memberi kepuasan pada anggota timnya. Dapat menggabungkan manifestasi dari kepedulian mereka terhadap masalah sosial dan masalah ekonomi sekitar dengan harapan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Sebagai contoh; menyediakan perumahan sederhana, sehat dan cocok untuk keluarga atau membuat program daur ulang limbah untuk melestarikan sumber daya alam yang terbatas. Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan.

Saling berjalan bersama membuat departemen kompak dan menjadi panutan. Sebagian besar dari mereka merasa gagal mengelola timnya karena tidak menjalin kedekatan. Patut diketahui bila mengenal masing-masing dari mereka secara akrab akan membantu Anda menjadi manajer yang baik dan responsif. Hal tersebut berpengaruh pada tugas yang harus ditanggung bersama dan keutuhan dari tim itu sendiri. Di samping keahlian dalam mengatur, delicate ability juga dibutuhkan untuk berkomunikasi, menjalin kerjasama, serta bersikap. Keterampilan tersebut dapat mendukung menejemen teknis, sehingga keduanya saling bekerja bersamaan.

Sikap Anda yang tegas sering disalahartikan sebagai bentuk emosi atau dianggap terlalu kaku. Meskipun gaya autocratic paling tidak disukai, tapi gaya kepemimpinan ini sangat cocok untuk pengambilan keputusan di saat kritis. Biasanya masyarakat atau bahkan dalam suatu tim organisasi menerima informasi tanpa menemukan suatu fakta, pada akhirnya informasi yang diterima menjadi suatu reaksi berlebihan yang dilakukan pada setiap masyarakat maupun tim organisasi. Dengan hal tersebut pemimpin sebaiknya mengolah kembali suatu informasi yang diterima, dan mengarahkan tim tersebut harus berpikir kritis dan lebih mewaspadai informasi yang diterima sebelum bertindak. Saat memecahkan masalah, ajak anggota tim untuk memberikan wawasan mereka atas pekerjaan tersebut.